Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Desember 2013

SISTEM URINARIA


Sistem Urinaria terdiri dari :
  1. Ginjal
  2. Ureter
  3. Kandung kencing
  4. Uretra

GINJAL
Letak Ginjal
Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen, terutama di daerah lumbal, disebelah kanan dan kiri tulang belakang, dibungkus lapisan lemak yang tebal, dibelakang peritoneum. Berada pada vertebra torakalis terakhir sampai vertebra lumbalis ketiga. Ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri.

Besar Ginjal
Panjang ginjal 6 sampai 7 ½ sentimeter, tebal  1 ½ sampai 2 ½ sentimeter. Pada orang dewasa berat kira-kira 140 gram.

Bentuk Ginjal
Seperti biji kacang  dan sisi dalamnya (hilum) menghadap ke tulang vertebra, sisi luarnya cembung. Pembulu-pembuluh ginjal semuanya masuk dan keluar pada hilum. Diatas sebuah gnjal menjulang sebuah kelenjar suprarenal. Ginjla kanan lebih pendek dan tebal dari ginjal kiri.

Struktur Ginjal
Dilingkupi kapsul tipis dari jaringan fibrus yang rapat membungkusnya dan membentuk pembungkus yang halus. Warnanya ungu tua dan terdiri dari bagian kortek dan bagian medula. Bagian medula tersusun atas 15 – 16 massa berbentuk piramid yang disebut Piramis Ginjal. Puncak-puncaknya mengarah ke hilum dan berakhir pada kalises.

Nefron
Struktur halus ginjal terdiri atas 1.000.000 nefron dalam setiap ginjal.
Setiap nefron mulai sebagai berkas kapiler (badan malpighi atau glomerulus), dari sini tubulus berjalan berkelok-kelok dan dikenal sebagai kelokan pertama atau Tubula Proksimal dan setelah itu terdapat sebuah simpai (simpai Henle). Kemudian tubula berkelok lagi disebut kelokan kedua atau Tubula Distal.
Jumlah urine yang dihasilkan setiap hari

Zat
Disaring
Dikeluarkan
Air
Garam
Glukosa
Urea
150 liter
700 gram
170 gram
50 gram
1,5 liter
15 gram
0 gram
30 gram

 


URETER

Terdapat 2 ureter yang berupa dua pipa saluran yang masing-masing bersambung dengan ginjal. Ureter mulai sebagai pelebaran hilum ginjal dan berjalan kebawah melalui rongga abdomen masuk kedalam pelvis dan bermuara pada bagian posterior kandung kencing

Panjang ureter
Panjang ureter 35 – 40 cm
Tebal : setebal tangkai bulu angsa

Lapisan ureter
Dinding ureter terdiri dari lapisan :
Bagian  luar = laipisan fibrus
Bagian  tengah = laipisan berotot
Bagian  dalam = laipisan mukosa
 



KANDUNG KENCING

Kandung kencing adalah tempat penampungan urine.

Letak Kandung Kencing
Terletak didalam panggul besar, di belakang simfisis pubis.
Pada wanita : diantara simfisis pubis dengan vagina dan uterus.

Bentuk Kandung Kencing
Berbentuk seperti buah pir (kendi).

Lapisan Kandung Kencing
Dinding kandung kencing terdiri dari lapisan :
Bagian  luar = laipisan serus
Bagian  tengah = laipisan berotot
Bagian  dalam = laipisan submukosa dan mukosa

Kapasitas
Kandung Kencing dapat menampung 230 ml urine.

Persarafan
Kandung Kencing dikendalikan oleh saraf pelvis dan serabut saraf simpatis dari plexus hipogastik
 


URETRA

Saluran yang berjalan dari kandung kencing ke luar.

Panjang
Pada pria : 17 cm – 22 ½  cm
Pada wanita : 2 ½  cm – 3 ½ cm

Lapisan
Dilapisi membran mukosa yang bersambung dengan membran yang melapisi kandung kencing. Meatus urinarius terdiri atas serabut otot lingkar yang membentuk Sfinkter Uretrae.

Komposisi Urine normal
Terdiri dari air, urea dan natrium khlorida. Pada orang yang menggunakan diit  80 sampai 100 gram protein dalam 24 jam, maka jumlah persen air dan benda padat dalam urine adalah :
Air                   96 %
Benda padat     4 % (urea 2 % dan produk metabolik lain 2 %)
Ureum
adalah hasil akhir metabolisme protein, berasal dari asam amino yang telah diindahkan amonianya di dalam hati dan mencapai ginjal dan diekskresikan rata-rata 30 gram sehari. Kadar ureum darah yang normal adalah 30 mg setiap 100 ccm darah. Tergantung dari jumlah konsumsi protein dan fungsi hati.

Asam urat
Kadar normal asam urat dalam darah adalah 2 sampai 3 mg setiap 100 ccm. Sedangkan 1,5 sampai 2 mg diekskresikan ke dalam urine setiap hari.
Kreatine
Adalah hasil buangan kreatin dalam otot. Produk metabolisme lain mencakup purine, oxalat, fosfat, sulfat dan urat.

Elektrolit
Elektrolt atau garam seperti garam natrium dan kalium khlorida diekskresikan untuk mengimbangi jumlah yang masuk dari mulut.


Ciri-Ciri Urine Normal
Jumlah        = 1 sampai 2 liter sehari (tergantung kunsumsi air dan protein)
Warna        = Bening orange pucat tanpa endapan
Bau            = Tajam
Reaksi        = Sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6
Berat jenis  = Berkisar antara 1010 sampai 1025
   Bila banyak minum air = berat jenis urine < 1010
   Bila sedikit minum air = berat jenis urine > 1010
  





Rabu, 25 September 2013

SEL

     A.    Pengertian Sel
1.      Sel merupakan tingkatan terendah dari organisme kehidupan.
2.      Sel merupakan dasar penyusun struktural makhluk hidup.
3.      Sel merupakan dasar penyusun fungsional dari makhluk hidup
Tubuh seorang dewasa tersusun atas ± 100 triliun sel, dan terdapat 200 jenis sel dengan bentuk beraneka ragam.

      B.     Teori Sel
         ·         Pada tahun 1665, Robert Hooke mengamati sayatan gabus. Ia menemukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding tebal dalam pengamatannya. Robert Hooke menyebut ruang-ruang kosong tersebut dengan istilah cellulae artinya sel.

            ·         Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882). Schleiden dan schwann berpendapat bahwa setiap tubuh tumbuhan dan juga hewan tersusun dari sel

           ·         Felix Dujardin (1835), menyatakan bahwa bagian terpenting dari sel hidup adalah cairan yang selalu terdapat di dalam setiap sel hidup (protoplasma)

            ·         Max Schultze (1825-1874)
Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup.
Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain:
a. sel merupakan unit struktural makhluk hidup;
b. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup;
c. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;
d. sel merupakan unit hereditas

      C.     Macam Sel
Berdasarkan ada-tidaknya membran inti sel, sel dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.
Perbedaan prokariotik dan eukariotik
NO.
Sel Prokariotik
Sel Eukariotik
1.
Tidak mempunyai membran nukleus
Punya membran nukleus
2.
DNA berada di daerah nukleoid
DNA berada di dalam nukleolus
3.
Tidak memiliki organel, seperti Memiliki organel, seperti
mitokondria, badan Golgi, dan mitokondria, RE
Memiliki organel, seperti
mitokondria, badan Golgi, dan mitokondria, badan Golgi, RE


     D.    Komponen Kimia Sel
     Sel dibangun oleh komponen anorganik dan organik.Komponen anorganik yaitu garam mineral dan ion-ion. Sedangkan komponen organik yaitu karbohidrat, protein, lipid, dan asam nukleat.


     E.     Perbedaan Sel hewan dan sel tumbuhan

Pembeda                               Sel Hewan                              Sel Tumbuhan
Dinding sel                              Tidak ada                                Ada
Kloroplast                               Tidak ada                                Ada
Glioksisom                              Tidak ada                                Ada
Sentriol                                    Ada                                        Tidak ada
Lisosom                                   Ada                                        Tidak ada
Peroksisom                              Ada                                        Tidak ada
Vakuola                                   Kecil dan banyak                   Besar dan sedikit
Plasmodesmata                       Tidak ada                                Ada
Timbunan zat makanan           Lemak atau glikogen              Amilum

  
      F.      Struktur dan fungsi bagian sel
·         MembranPlasma
Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalema. Tebal membran antara 5-10 nm (1nm = 1x10-9 m). Apabila diamati dengan mikroskop cahaya tidak terlihat jelas, tetapi keberadaannya dapat dibuktikan pada waktu sel mengalami plasmolisis. Membran sel mengandung kira-kira 50% lipid dan 50% protein. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol. Salah satu ujung
fosfolipid bersifat mudah larut dalam air (hidrofilik). Bagian sterol bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik).

·         Sitoplasma
Sitoplasma merupakan suatu cairan sel dan segala sesuatu yang larut di dalamnya, kecuali nukleus (inti sel) dan organela. Sitoplasma bersifat koloid kompleks, yaitu tidak padat dan tidak cair. Sifat koloid sitoplasma ini dapat berubah-ubah tergantung kandungan air. Sitoplasma tersusun atas air yang di dalamnya terlarut molekul-molekul kecil (mikromolekul) dan molekul-molekul besar (makromolekul), ion-ion dan bahan hidup (organela) ukuran partikel terlarut yaitu 0,001 – 1 mikron, dan bersifat transparan. Organela yang menyusun sitoplasma adalah sebagai berikut

ORGANEL
FUNGSI
Inti Sel (Nukleus)
sebagai pusat pengendalai proses-proses seluler, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi sel
Retikulum Endoplasma
RE. Granuler (Rough E.R) : berfungsi untuk sintesa protein
RE. Agranuler (Smooth E.R) : berfungsi untuk sintesa lemak, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan
Ribosom
tempat sintesis protein.
Mitokondria
sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi)
Lisosom
pencernaan intraseluler. Autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri. Autolisis menghancurkan dirinya
Badan Golgi
memodifikasi protein, menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel, membentuk lisosom, Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi
Vakuola
Vakuola kontraktil : memelihara tekanan osmotik sel
Vakuola non kontraktil :  penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, mengadakan sirkulasi zat dalam sel
Sentriol
proses pembelahan sel
Kloroplast
plastida yang umumnya berwarna hijau. Terdiri dari : klorofil a dan b untuk fotosintesis
Sitoskeleton
Menjadi kerangka sel, Membantu gerakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang lain